Sabtu, 27 November 2010

PENGGUNAAN ISTILAH CINA, CHINA, DAN TIONGKOK DI MEDIA MASSA UTAMA DI INDONESIA

Penggunaan istilah Cina, China dan Tiongkok di media-media utama di Indonesia adalah keputusan penggunaan yang digunakan oleh media-media di Indonesia terkait dengan kontroversi penggunaan ketiga nama yang berbeda ini. Artikel ini berisi daftar.

Menggunakan istilah Cina

Penerbitan dan judul buku (termasuk yang terjemahan)

  1. Masyarakat dan Kebudayaan Cina di Indonesia (Hidayat)
  2. Jaringan Masyarakat Cina (Jhon K. Naveront)
  3. Rahasia Horoskop Cina (Lori Reid)
  4. Feng Shui - Ilmu Tata Letak Tanah dan Kehidupan Cina Kuno (Stephen Skinner)
  5. Simbolisme Hewan Cina' (Ong Hean-Tatt diterjemahkan oleh Lie Hua) istilah yang digunakan dalam buku adalah 'orang cina', 'masyarakat cina' dsbnya.
  6. Konglomerat Indonesia (Kwik Kian Gie) istilah yang digunakan adalah orang dan masyarakat cina Indonesia.
  7. Ensiklopedia Nasional Indonesia istilah digunakan untuk menyebut orang Cina yang tinggal di daratan RRC dan yang tinggal di Taiwan, maupun orang Cina yang tinggal di Indonesia, serta "masakan cina" untuk penerjemahan istilah "chinese food".

Surat kabar dan majalah

  1. Kompas (sebelum 2006)
  2. Jawa Pos (sebelum 2006)
  3. Majalah dan koran TEMPO (hingga kini)
  4. Majalah SWA pernah menurunkan artikel utama dengan judulnya yang dimuat disampul depan: "Masalah Cina" dalam rangka peristiwa Mei 1998 .

Menggunakan istilah Cina dan Tionghoa secara berdampingan

  1. Politik Tionghoa Peranakan di Jawa (Leo Suryadinata) isi buku menggunakan istilah Tionghoa berdampingan dengan istilah cina.
  2. Majalah 'Sinergi' yang khusus membahas masalah etnis ini, dan sekalipun banyak menggunakan istilah 'Tionghoa', di dalamnya juga ada digunakan istilah 'cina' dengan maksud yang sama dan bahkan oleh penulis cina sendiri. Dalam salah satu edisinya (23) Arif Budiman (So Hok Djin) mengemukakan "Apa Salahnya Menjadi 'Cina'!"

Menggunakan istilah Tiongkok dan Tionghoa

Menggunakan istilah China

  • Kompas (setelah 2006)
  • Stasiun berita Metro TV mengeja China pada teks berjalan dan teks-teks lainnya, dan pada saat pembawaan berita para penyiarnya melafalkannya seperti pada bahasa Inggris: /tʃaɪnə/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar