Minggu, 07 November 2010

SENYUM UNTUK INDONESIA

Ekspresi 
Sulit mencari mana yang lebih dulu. Pemimpinnya atau yang dipimpin harus baik terlebih dahulu?
Ada ekspresi yang mengatakan: “Anak buah tak pernah salah”.
Ekspresi lainnya mengatakan: “Pemimpin adalah gambaran dari yang dipimpin/rakyatnya”.
Pertanyaannya, apa itu penting di jaman seperti sekarang? Mencari kambing hitam di kegelapan? Rasanya tak pentinglah itu!! Mari berpikir dengan ekspresi: “Sing waras kudu ngalah!”
Saya haqqul yaqin bahwa kita waras. Sangat yakin bahwa kita keturunan orang baik dan baik-baik. “Maksudnya apa itu pak?” begitu ekspresi tidak mengerti anak saya 14 tahun yang lalu saat saya meluncurkannya.

“Orang baik itu selalu membuat orang lain bahagia, membantu, menyemangati, selalu senyum, melayani dan berbagai perbuatan menyenangkan lainnya. Sedangkan orang baik-baik itu adalah orang yang selalu berbuat benar. Tidak ingin menyeleweng, tidak mau merugikan orang lain untuk keuntungan pribadi. Selalu jujur dan berbagai perbuatan bersih dan lurus yang diajarkan oleh agamanya masing-masing,” papar saya diiringi pandangan tak mengerti anak-anak waktu itu.

Sahabat, ini bukan kisah tentang keluarga saya. Tapi sebuah cerita tentang cita-cita. Sebuah cerita tentang semangat untuk selalu mempertahankan apa yang sudah diajarkan agama kita melalui orang tua dan guru-guru kita. Sebuah cerita tentang semangat berbagi. Setidak-tidaknya berbagi senyum tulus kepada siapapun. Karena memang itulah yang sejak dulu selalu kita banggakan. Bangsa yang selalu tersenyum ramah.

REVOLUSI JENAKA
Ini juga hanya sebuah ekspresi. Sebuah istilah untuk mengatakan bahwa kita perlu perubahan cepat tapi tetap jenaka dan menyenangkan.
Saya sangat berbahagia mengenal anda semua para Gambaris Indonesia. Karena kampanye atau menyampaikan pesan melalui gambar lebih cepat dimengerti. Cepat ditangkap. Mudah diingat. Hal ini sangat berbeda dengan kampanye lisan apalagi tulisan yang cenderung membuat orang bosan.
Dan, jika gambar itu menyenangkan. Semua orang akan menyukainya. Lebih hebat lagi jika semua orang menyukainya, menyintainya. Tanpa komando, tanpa aba-aba. Pesan, kampanye atau perubahan itu akan bergerak dengan sendirinya. Menggulung apapun yang menghalanginya. Ini bukan ekspresi. Ini fakta sejarah. Tidak ada yang kuat. Sama sekali tidak akan pernah ada. Siapapun dia, sekuasa apapun dia, yang mampu dan kuat menahan gelombang keinginan, hajat, hasrat rakyat untuk bergerak bersama membangun sebuah peradaban bangsa. Apalagi jika didasari oleh rasa sukacita dan rasa cinta. Dengan ijin SANG MAHA KUASA semua itu akan terwujud. Sekali lagi ini bukan ekspresi. Ini fakta.
Sangat banyak fakta yang kita lihat bersama. Salah satunya sudah kita buktikan bersama melalui gerakan Moeke Kartoen Goes to Muri.

Jadi, tunggu apa lagi? Tidak banyak waktu lagi untuk berteori, bertukar kata. Apalagi berbantah-bantahan. Saatnya kita mulai, bergerak, memberikan SENYUM UNTUK INDONESIA. Menumbuhkan senyum untuk Indonesia. Senyum dimanapun. Senyum untuk siapapun!
Untuk itu mari kita mulai dengan menyumbangkan apa saja yang kita miliki untuk membuat tersenyum mereka yang tidak seberuntung kita.
Bisa saja uang. Misalnya dengan cara mengumpulkan Rp. 10.000,- setiap hari. Tidak perlu dari kocek kita sendiri. Bisa saja kita jadi kolektor uang receh di sekitar kita. Atau cara apapun yang bisa kita kembangkan sendiri.
Sahabat, proposal ini. Usulan ini bukanlah ajakan untuk mengumpulkan uang dengan cara itu. Karena bukan andalah orangnya untuk jadi kolektor berbagai sumbangan uang. Karena anda adalah mesin uang itu sendiri. Karena Anda adalah pencipta berdatangannya uang untuk membuat bangsa ini tersenyum.
Saya bermimpi memiliki toko online yang menjual berbagai merchandise dengan gambar-gambar karya anda sekalian para master gambaris Indonesia. Gambar yang berisi berbagai kampanye tentang bangkitnya optimisme bangsa ini. Kampanye tentang perlunya saling menolong, berbagi senyum. Kampanye agar selalu semangat dan menyemangati. Mendidik anak bersama seperti yang pernah kita alami pada dekade awal kemerdekaan republik ini.
Sahabat, apa yang saya tulis ini hanya rangkaian kata. Tidak akan pernah berwujud, kecuali jika kita ingin mewujudkannya bersama.
Gandengkan tangan. Satukan pikiran. Bulatkan tekad. Kumpulkan tenaga, kreatifitas. Dan, yang terpenting! Bersihkan hati dari niat lain kecuali hanya membuat bangsa ini tersenyum. Kita dedikasikan semua hasil penjualan toko kita kepada mereka yang membutuhkannya
Sampai saat ini saya sudah mengumpulkan uang sebanyak Rp. 1.500.000,- untuk membuka rekening “SENYUM UNTUK INDONESIA” dan akan saya jadikan modal membuat kaos, sticker, poster dan berbagai media kampanye revolusi kita.
Hanya ini pembuka sementara dari saya. Selanjutnya akan saya buatkan account, website, wawancara dengan infotainment, jaringan radio-radio di Indonesia. Tekhnis pelaksanaan akan berjalan simultan. Berbagai program akan segera kita susun bersama.
Mohon kirimkan materi kampanye ke: sui@soebardi.com dan mohon subject diisi dengan: “kampanye”   sesuai dengan jenis gambar yang anda kirim. Karyamu ditunggu sahabat.
Dukunganmu juga sangat ditunggu melalui email konfirmasi@soebardi.com mohon subject email untuk dukungan diisi dengan: “Saya Dukung”
Hanya anda GAMBARIS INDONESIA yang mampu mewujudkan REVOLUSI ini!
Hanya anda dan karya-karya anda yang mampu membuat Indonesia Tersenyum

“Jangan pernah berhenti percaya sebelum keajaiban itu terwujud”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar