Jumat, 27 Januari 2012

AYAM TERTAWA - SIDRAP, SULAWESI SELATAN INDONESIA



Ayam Ketawa adalah salah satu jenis fauna yang ada di Indonesia dan hampir punah atau dengan kata lain hampir tinggal legenda saja. Ayam Ketawa dalam bahasa Bugis disebut Manu Gaga. Karena terbatasnya masyarakat yang memelihara dan mempunyai Ayam Ketawa, menyebabkan terbatasnya penyebaran Ayam Ketawa di tengah-tengah masyarakat dan tidak sepopuler seperti ayam kampung lainnya. Keberadaan Ayam Ketawa bisa kita jumpai di Kabupaten Sidrap, 183 km arah Utara dari Makassar Sulawesi Selatan, yang merupakan habitat aslinya. Di Sidrap, terutama di Kecamatan Baranti dan sekitarnya, Ayam Ketawa atau Manu Gaga telah dipelihara oleh masyarakat secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Dahulunya Ayam Ketawa hanya dipelihara dan berkembang biak di lingkungan Keraton Bugis terutama kalangan Bangsawan Bugis yang merupakan symbol status sosial.



Seiring perkembangan zaman, sekarang Ayam Ketawa tersebar dan mulai banyak dipelihara oleh semua lapisan masyarakat di Sidrap dan sekitarnya bahkan lambat tapi pasti telah menyebar ke seluruh Indonesia walaupun dalam jumlah yang terbatas. Pembudidayaan Ayam Ketawa kini telah merambah ke Jawa Tengah, seperti Kota Semarang, Madiun, Blitar dan lainnya. Ayam Ketawa memiliki keunikan pada suaranya saat berkokok. Saat berkokok jenis ayam ini mengeluarkan suara seperti orang ketawa yang kalau dieja sebagai berikut : KU-KRU-KHU-KHA-KHA-KHA-KHA-KHA-KHA dan seterusnya dengan interval suara cepat yang disebut Garetek dan dengan interval lambat disebut Gaga, serta suara mendayu-dayu disebut Dodo. Selain memiliki suara yang unik, ASyam Ketawa juga mempunyai warna bulu yang menarik dan didukung oleh bentuk tubuh yang enak dipandang mata.



Ayam Ketawa ini di tempat asalnya di daerah Sidrap, sering dikonteskan seni suara ketawanya. Yang menarik dalam satu kali kontes pesertanya bisa mencapai 700 sampai 800 ekor ayam. Cara penjurian nya hampir sama dengan kontes lomba burung perkutut, tapi bedanya kontes ini tidak memakai kurungan, cuma batang bambu atau kayu yang dipasang sebagai tempat berdiri Ayam Ketawa ini. Ayam Ketawa yang telah menang kontes harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Ayam Ketawa dibedakan menjadi beberapa jenis warna, menurut M. Yusuf MD asal Kanie, tokoh masyarakat Bugis penggemar ayam ketawa, meliputi :
1. Bakka : Warna dasar putih mengkilat dengan dihiasi warna hitam, oranye, merah dan kaki hitam atau kaki putih.
2. Lappung : Warna dasar hitam dengan dihiasi warna merah hati, kaki hitam dan mata putih.
3. Ceppaga : Warna dasar hitam dengan dihiasi warna hitam dan putih, ditambah bentuk putih di badan sampai pangkal leher dan kaki hitam.
4. Korro : Warna dasar hitam dengan dihiasi warna hijau, putih, kuning mengkilap dan dihiasi dengan kaki kuning atau kaki hitam.
5. Ijo Buata : Warna dasar hijau dengan dihiasi warna merah, diselingi warna hitam pada sayap dan kaki kuning.
6. Bori Tase : Warna dasar merah dengan dihiasi bintik-bintik kuning keemasan.
   Ayam Ketawa Bakka
 Ayam Ketawa Ijo
 Ayam Ketawa Korro
Ciri-ciri anakan Ayam Ketawa yang bagus, sudah bisa terlihat dalam tempo 1,5 bulan, anakan ayam jenis umum biasanya hanya bisa berkotek, namun di umur yang sama, anak ayam ketawa yang bagus sudah berkokok mirip dengan Ayam Ketawa dewasa dengan interval atau nada pendek dan kecil.. Jadi kesannya lucu bila kita biasa mendengar kokok Ayam Ketawa dewasa dan membandingkannya dengan kokok anakan Ayam Ketawa ini. Ciri khas Ayam Ketawa terbaik lainnya, adalah bentuk jengger bagian belakang menempel dengan tempurung kepala. Apa yang membedakan suara kokok Ayam Ketawa dengan ayam lainnya, yakni terletak pada pita suaranya. Bila anda memegang lehernya dan meraba bagian pangkal leher, yaitu pita suara, maka bentuknya aneh, pita suara Ayam Ketawa ternyata terputus. Tidak seperti pita suara ayam yang besar menyambung. Maka tak heran bila saat berkokok ayam ketawa ini mengeluarkan kokok yang terpatah patah. Sehingga suaranya mirip suara orang ketawa.
-


Karena Ayam Ketawa ini karakternya tidak jauh berbeda dari ayam pada umumnya, maka perawatan nya juga relatif mudah, makanannya juga cukup sederhana, misalnya hanya diberi fur (poor) dan rajangan sawi hijau. Agar mampu menampung serta menghasilkan ratusan Ayam Ketawa yang berkualitas, kandang pengembangbiakan Ayam Ketawa sebaiknya dibangun di atas sebidang tanah yang cukup luas. Hal ini dapat di capai  dengan memperhatikan hal hal sebagai berikut :-
1. Kandang.
Kandang dibangun dengan ukuran panjang 8 M, lebar 30 M, tinggi 6 M dengan menggunakan atap dari seng, lantai dari semen, dan dinding dari batu bata . Untuk kelancaran sirkulasi udara serta sinar matahari, sebagian dinding dibuat dari kawat ram. Dengan cara ini, kandang selalu dalam kondisi terang dan sehat untuk perkembangan Ayam Ketawa. Sedangkan untuk lahan yang terbatas, terutama di daerah perkotaan, luas kandang dapat disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki.
2. Kebisingan Suara.
Agar ayam tidak mengalami stress pada saat bertelur, kandang dibangun jauh dari jalan raya, pabrik, terminal, dan fasilitas umum lainnya yang mempunyai tingkat kebisingan suara yang tinggi. Hal ini diperlukan karena pada saat bertelur, ayam perlu ketenangan agar dapat menghasilkan telur dalam jumlah banyak.
3. Indukan (Pejantan dan Betina)
Untuk menghasilkan anakan yang baik harus dipilih indukan pejantan (bahasa Bugis: Lai) yang sehat dan tidak cacat, warna bulu yang menarik dan memiliki berat rata-rata 2 – 3 kg. Sedangkan betina hampir sama dengan pejantan tapi bedanya pada berat badan. Betina (bahasa Bugis: Birana) memiliki berat  rata-rata 1,5 – 2 kg dan mampu bertelur rata-rata 12 butir setiap musim bertelur.
4. Penetasan telur (Alami dan Mesin)
Anakan yang dihasilkan dari penetasan secara alami dilakukan dengan menggunakan indukan betina yang mampu mengerami telur secara langsung. Dengan cara ini setelah telur  dierami (bahasa Bugis: Naerangi) lebih kurang 21 hari, telur akan menetas dan  menghasilkan anakan (bahasa Bugis: Manulun Rara) yang bagus serta  mempunyai ketahanan terhadap penyakit, namun demikian memiliki keterbatasan dalam hal jumlah anakan, yang dihasilkan paling banyak 12 ekor sesuai dengan jumlah telur. Sedangkan penetasan dengan menggunakan mesin, jumlahnya bisa banyak, dapat mencapai 50 ekor, sesuai dengan kemampuan mesin. Penetasan dengan mesin perlu ketelatenan dan mempunyai kelemahan pada mutu anakan dan daya tahan terhadap penyakit (daya tahannya lebih lemah jika dibandingkan dengan anakan yang dihasilkan  dari penetasan
secara alami).

Pakan Ayam Ketawa sekarang ini sudah tidak  sama dengan pakan asli Ayam Ketawa, yang digunakan Suku Bugis. Di Bugis sendiri banyak menggunakan pakan gabah kering, namun dikota – kota besar mencari gabah sangat susah. Mengapa ayam ketawa di daerah aslinya diberi makan gabah ? Pemberian pakan gabah berfungsi untuk menghilangkan rasa gatal pada Ayam Ketawa itu sendiri. Gabah juga berfungsi membersihkan irri pada tenggorokan Ayam Ketawa, sehingga pemberian pakan gabah sama dengan mengkorok leher Ayam Ketawa. Hasilnya suara Ayam Ketawa makin khas yaitu jadi makin panjang dan tinggi.-
Pemberian pakan gabah sendiri ada caranya yaitu, gabah sebelum diberikan untuk pakan Ayam Ketawa direndam air dulu satu malam, pada saat direndam biasanya gabah yang kosong akan mengambang, gabah yang kosong tersebut dibuang. Besoknya setelah air ditiriskan, gabah yang direndam semalam diberikan pakan untuk Ayam Ketawa tersebut. Sedangkan pakan untuk Ayam Ketawa anakan, biasanya menggunakan dedak halus yang dicampur jagung halus (menir), atau dapat beli poor di toko toko yang menyediakan pakan untuk ayam.


Ayam Ketawa betina sekali kawin akan  menghasilkan kurang lebih 11 sampai 13 butir telur, tetapi daya tetas tinggi tidak terdapat pada telur pertama sampai ketiga, hal ini karena pembuahan belum sempurna, jadi telur hanya numpang lewat karena merupakan bentuk sel telur pertama, baru telur keempat dan seterusnya di pastikan telur tersebut terisi dengan embrio. Jadi saat telur ke satu sampai ke tiga keluar, kita ambil semua dan sisakan 1 butir telur sebagai pancingan agar betina terus bertelur. Untuk menunjang masa subur atau masa bertelur induk Ayam ketawa,  harus ditunjang dengan pakan. Pakan yang digunakan selain poor diselingi dengan kacang hijau, fungsi kacang hijau sendiri adalah untuk meningkatkan daya tetas dan bisa menghasilkan telur lebih banyak dari Ayam Ketawa tersebut.
Trik untuk memperbanyak telur pada Ayam Ketawa, caranya adalah setelah semua telur atau 13 telur keluar, kita ambil atau pindahkan semua dan sisakan satu butir di dalam sarang eramannya untuk pancingan. Maka dengan sendirinya Ayam Ketawa betina akan bertelur lagi, sedangkan yang kedua belas butir telur tadi, kita eramkan pada incubator, selang 3 hari, kita kembalikan lagi ke induk betina untuk dierami secara alami. Hasilnya, semua telur dipastikan menetas lebih sempurna.


Sebenarnya ada aturan tidak tertulis bagi para  pemula yang ingin membeli  Ayam Ketawa umur anakan 1 sampai dengan 2 bulan, bahwa anakan seumuran tersebut jarang dijual dengan alasan kesehatan ayam masih pasif.-Masih perlu divaksin, meski sudah divaksin itupun harus menunggu umur aman apalagi pengiriman sampai luar pulau. Vaksin yang diperlukan untuk anakan Ayam Ketawa adalah ND, Kumoro dan AI. Anakan Ayam Ketawa yang berumur 1 sampai dengan 2 bulan, mungkin cirinya sama dengan ciri anakan ayam kampung, baik dari warna maupun ukuran, bentuk dan gerak-geriknya. Ayam Ketawa seumuran ini masih belum mengeluarkan ciri khasnya sebagai Ayam Ketawa. Karena suaranya masih berkotek seperti halnya anak ayam jenis kebanyakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar