Senin, 23 Juli 2012

OJUNG - TRADISI TOLAK BALA DAN MEMINTA HUJAN

Tradisi Ojung adalah tradisi saling pukul badan dengan menggunakan senjata rotan yang dimainkan oleh dua orang. kedua peserta ojung akan saling bergantian memukul tubuh lawannya. Jika peserta satu memukul, maka lawannya akan berusaha menangkis dan menghindar. Tradisi ini umumnya ada di daerah Situbondo, Ponorogo, Bondowoso, Pulau Madura dan sekitarnya.

Tak semua orang bisa ikut serta menjadi pemain Ojung, Selain harus berani dan bertubuh kebal, pemain Ojung harus memiliki kekuatan memukul dengan rotan serta seni menghindari dari pukulan lawan. Sering kali bagi pemain pemula, pukulan rotan yang mengenai lengan, tubuh belakang, dan samping melukai kulit mereka dan diikuti darah segar mengalir. Tetapi, bagi mereka yang sudah biasa bermain Ojung, bekas pukulan rotan tak terlihat. Meski demikian tidak ada penilaian pemenang ataupun yang kalah.

Adu kekuatan fisik dan kekebalan dalam tradisi jung ini berlangsung 5 sampai 7 menit. Bagi yang punya kerhampuan lebih, bisa saja hingga dua kali tanding. Selama permainan, ada dua orang yang mengatur jalannya ujung yang disebut pqjuto (wasit). Perannya, selain menjaga permainan tetap profesional dan sportif.

Tradisi ini memang mirip dengan olahraga Anggar, dimana warga diajak beradu teknik dan kemanpuan saling memukul dengan menggunakan sebilah rotan. terdapat aturan permaina dalam tradisi ini, yakni setiap pemain memiliki jatah dan menangkis masing-masing 3 kali. Bagi siapa yang banyak mengenei lawannya ketika memukul maka dialah yang menang.

Tradisi ini memiliki tujuanuntuk menghindari datangnya bencana alam atau tolak bala dan selalu diselenggarakan pada setiap tahun. Keunikan lainnya dari ttradisi ini adalah sebelun acara dimulai warga melakukan ritual terlebih dahulu berupa permohonan doa kepada yang Maha Kuasa, agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan tanpa ganjalan yang tidak diinginkan.


Sekedar diketahui, pertandingan ojung ini digelar dalam tiga ronde. Setiap ronde, pemain memiliki kesempatan untuk memukul lawan dengan rotan, sementara lawannya harus bersiap menangkis pukulan musuh. Bila pukulan mengenai bagian tubuh, maka wasit akan memberi tanda coretan ditubuh pemain dengan spidol. Adapun bagian tubuh yang boleh dipukul hanya di bawah leher hingga di atas pusar, pukulan yang mengenai tubuh lainnya dianggap tidak sah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar